Photo by Patrik Michalicka on Unsplash

Semua orang pasti memiliki pencapaiannya masing-masing yang ingin diraih baik dalam hal kehidupan personal maupun karier. Dalam hal karier, tentu ada beberapa faktor penunjang yang patut diperhatikan seperti skill baik itu hard skill maupun soft skill, pengalaman, koneksi dan lain sebagainya. Salah satu hal yang berperan penting tidak lain adalah personal branding. Apa yang dimaksud dengan personal branding? Seberapa penting dan apa pengaruh personal branding terhadap kelangsungan dan proses karier anda? Bagaimana langkah yang tepat untuk membangun personal branding yang baik bagi anda? Mari kita simak pembahasannya di artikel ini.

Apa itu Personal branding?

Pada dasarnya personal branding adalah bagaimana seseorang menampilkan citra diri kepada audiens, dimana hal tersebut berpengaruh kepada citra, pandangan dan perspektif audiens terhadap anda. Tidak hanya sebatas impresi awal, namun lebih secara mendalam dan mencakup hal-hal seperti kemampuan anda dalam suatu hal utamanya karier, kepribadian dan nilai-nilai yang anda anut. Keseluruhan dari hal-hal tersebut anda gunakan untuk ‘menjual diri’ anda kepada industri yang anda geluti dan tentunya audiens.

Personal branding erat dengan reputasi yang anda miliki tidak hanya dalam jangka pendek melainkan jangka panjang. Oleh karena anda perlu mengetahui pentingnya personal branding sebelum anda memutuskan personal branding yang tepat bagi anda.

Pentingnya Personal Branding

Personal branding memiliki peran penting bagi reputasi anda. Pandangan serta perspektif seseorang terhadap anda berperan terhadap posisi anda di masyarakat, dan tentunya pada bidang yang anda geluti.

Contoh simple, bayangkan jika anda seorang HR yang merekrut seseorang untuk sebuah posisi PR, pengalaman menjadi salah satu hal krusial. Namun selain pengalaman, anda tentu akan melihat bagaimana orang tersebut mendeskripsikan dirinya secara personal maupun profesional ketika proses wawancara. Pembawaan yang orang tersebut tampilkan, nilai-nilai yang dianut, diiringi oleh kemampuan yang memang dimiliki, dan apakah sesuai dengan standar perusahaan.

Jika anda berpikir personal branding sama dengan pencitraan, jawabannya kurang tepat. Ketika pencitraan dibangun dan dilakukan, efek yang dihasilkan cenderung jangka pendek. Fokus lebih ditorehkan kepada citra seseorang dibandingkan kompetensi. Sedangkan personal branding lebih berfokus kepada hal jangka panjang dalam membangun trust dan opini yang positif dari audiens.

Sehingga personal branding nerupakan hal penting dan berlaku bagi siapa saja. Efek jangka panjang yang tentu akan berpengaruh positif dimana publik akan mengenal anda untuk bidang yang digeluti.

happy client after get the result
Property of dbrandcom

Pengaruh Personal Branding Terhadap Perusahaan

Mungkin anda pernah mendengar bahwa karyawan adalah benteng pertama atau wajah suatu perusahaan. Hal tersebut tidak dapat dimungkiri karena seseorang akan puas menggunakan atau merekomendasikan suatu jasa atau produk jika orang-orang yang berkontribusi di dalamnya benar adanya memiliki kemampuan kompeten dan hasilnya menjamin.

Perlu diingat bahwa kita hidup di era dimana segala informasi sangat mudah didapatkan sehingga setiap orang memiliki kesempatan besar dalam meningkatkan kemampuannya baik itu hard skill maupun soft skill.  Tetapi tidak semua orang dengan skill hebat mampu memasarkan atau memiliki kemampuan dalam melakukan pembawaan diri yang baik dan meyakinkan.

Saat itulah personal branding memiliki peran penting dan berpotensi untuk membawa seseorang satu atau bahkan dua langkah lebih maju dibandingkan yang lain. Personal branding tidak hanya akan berpengaruh kepada keberlangsungan anda sebagai seorang profesional, tetapi juga kepada perusahaan tempat anda bekerja. Adanya personal branding yang baik akan membuat audiens lebih melirik dan percaya akan bisnis yang anda atau perusahaan anda jalankan.

Seiring berjalannya waktu, personal branding yang baik akan menciptakan public trust yang berdampak kepada anda dan jalannya perusahaan tempat anda bekerja.

Cara membangun personal branding

Setelah anda mengetahui pentingnya personal branding, ada baiknya anda mengetahui cara yang tepat dan efektif dalam membangun personal branding. Menurut salah satu artikel di forbes.com yang berjudul “10 Golden Rules of Personal Branding”, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membangun personal branding, diantaranya adalah:

Tetapkan Fokus

Terkadang kita ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal sehingga kita lupa bahwa memiliki fokus utama lebih baik dibandingkan berusaha mencakup segala hal. Tetapkan fokus anda terhadap suatu hal dimana anda ingin dikenal sebagai seseorang yang kompeten di bidang tersebut oleh audiens. Perlahan tetapi pasti, personal branding anda di bidang tersebut akan terbangun seiring meningkatkan kompetensi yang anda miliki.

Dengan fokus anda juga bisa menyusun strategi atau langkah agar menjadi yang terdepan di bidang tersebut sehingga lagi dan lagi kompetensi anda semakin menonjol. Hal tersebut juga memudahkan audiens atau publik untuk mengingat anda.

Otentisitas dan Ketulusan

Merupakan hal yang sah dan wajar bagi seseorang atau perusahaan untuk mendapatkan inspirasi dari suatu hal. Tetapi, terlalu mengimplementasikan suatu hal yang sudah ada bisa menjadi boomerang bagi keberlangsungan aktivitas yang dilakukan, dimana tidak adanya pembeda dan otentisitas (keaslian) dengan yang lain. Anda akan menjadi sama dengan yang lain sehingga kecil kemungkinan audiens akan menaruh perhatian dan mengingat anda atau perusahaan seutuhnya jika tidak ada nilai lebih yang menjadi pembeda.

Lakukan riset dan observasi mendalam terhadap bidang yang anda geluti, juga kepada kompetitor. Dengan begitu anda akan mampu melihat kekurangan kompetitor dan menetapkan solusi serta langkah tepat yang bisa dijalankan oleh anda atau perusahaan. Hal tersebut akan membantu anda dalam membangun personal branding yang baik.

Setelah itu pastikan anda melakukan aktivitas anda apa adanya, tanpa dibuat-buat. Menjadi yang terbaik bukan berarti harus selalu berkata hal yang positif terhadap suatu hal yang berbanding terbalik, melainkan jujur dan membangun. Melakukan suatu hal yang sama dengan orang banyak tidak selalu benar, dan memiliki perbedaan bukan berarti salah.

Merangkai Cerita

Membangun personal branding tidak sebatas menyajikan narasi-narasi mengenai betapa hebat dan kompetennya anda atau perusahaan dalam suatu bidang. Audiens akan melihat hal tersebut sama dengannya dengan pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan angka penjualan. Oleh karena itu penting untuk merangkai dan menyajikan cerita yang mampu memenuhi kebutuhan publik dan menciptakan rasa atau keinginan adanya keterlibatan dengan anda dan perusahaan anda. 

Konsisten

Penting bagi anda untuk melakukan segala sesuatu dengan konsisten, termasuk dalam membangun personal branding. Setelah menetapkan fokus akan bidang yang anda jalani, lakukan segala hal yang berkaitan secara konsisten hingga menghasilkan hasil yang nyata.

Konsisten dilakukan tidak hanya pada aktivitas dan skill anda, melainkan juga secara kepribadian dan nilai-nilai. Terapkan nilai-nilai yang anda anut di segala hal atau aktivitas. Dengan begitu personal branding anda akan semakin terbangun.

Siap Untuk Gagal

Tidak ada seseorang yang tidak pernah gagal. Kegagalan merupakan proses percobaan dalam rangka menghasilkan suatu hal yang lebih baik. Membangun personal branding tentu perlu proses beberapa kali sampai akhirnya branding tercipta secara kuat dan melekat. Anda jangan takut untuk melakukan proses trial dan error dalam menemukan branding yang tepat bagi diri anda atau perusahan. Sejatinya, anda dapat menjadi benar karena pernah salah.

Photo by Ian Schneider on Unsplash

Memberi Dampak Positif

Hal yang selalu anda harus ingat adalah diri sendiri merupakan brand. Sehingga perlu adanya kesadaran untuk mengambil langkah dan menciptakan dampak yang positif tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga kepada lingkungan sekitar. Memberikan dampak positif kepada seseorang akan menjadi batu loncatan bagi anda sebagai sebuah brand tersendiri. Audiens pada akhirnya akan merasa nyaman dan terbantu oleh anda, bahkan berpotensi muncul rasa kebutuhan terhadap anda atau perusahaan.

Mengambil Contoh Yang Baik

Dalam hal ini adalah mengambil contoh dari berbagai pendahulu yang sudah sukses. Ingat, mengambil contoh itu sah-sah saja asalkan tidak berubah menjadi unsur plagiarisme atau keinginan menjadi sama persis tanpa adanya inovasi dan improvisasi nyata.

Sejatinya pengalaman adalah guru terbaik untuk seseorang, sehingga tidak ada salahnya mengambil pelajaran dari pengalaman seseorang yang sudah lebih dahulu terjun dibandingkan kita. Ambil dan amati contoh sebanyak mungkin dari orang-orang sukses, bagaimana mereka gagal dan menyikapi kegagalan tersebut hingga mampu berada di posisi mereka saat ini.

Menerapkan Nilai-Nilai Brand di Kehidupan Sehari-hari

Betul bahwa kita sebisa mungkin harus profesional dan tidak menggabungkan antara kehidupan pribadi dengan kehidupan profesional. Tetapi alangkah baiknya jika kita menyertakan nilai-nilai yang kita anut dan berusaha bangun dengan brand kita, di kehidupan sehari-hari. Dengan begitu akan terjadi konsistensi antara personal branding kita seutuhnya karena hal tersebut merupakan penerapan sehari-hari dan tidak hanya sebatas profesionalisme.

Biarkan Orang Cerita Tentang Anda

Tidak dapat dimungkiri bahwa taktik Public Relations yang paling efektif adalah “Word of Mouth”, dimana khayalak membicarakan mengenai brand atau perusahaan anda secara cuma-cuma, dan berdampak kepada awareness serta citra perusahaan yang terbangun.

Terapkan hal tersebut dalam proses pembangunan personal branding anda. Biarkan audiens menceritakan kisah mereka masing-masing mengenai anda dan kompetensi yang anda miliki. Tentunya dengan konsistensi, fokus serta kemampuan kompeten yang anda miliki, adanya word of mouth akan membantu proses pembentukan personal branding anda.

Menorehkan Jejak

Ketika anda sudah memiliki personal branding yang kuat dan baik, langkah selanjutnya adalah memikirkan hal-hal apa yang anda ingin orang ingat dan kenang terkait anda. Karena bagaimanapun untuk membangun personal branding tidak mudah dan membutuhkan proses tersendiri. Begitu pula dengan reputasi serta kesan mendalam yang dimiliki audiens terhadap anda atau perusahaan anda.

Pastikan anda melakukan berbagai hal yang berdampak positif dengan totalitas serta konsistensi, sehingga di kemudian hari audiens akan mengingat anda sebagaimana hasil yang anda berikan.


Bagimana? Sudah siapkah anda untuk membangun personal branding untuk anda atau perusahaan anda? Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *