Pada artikel sebelumnya “Sebelum Memulai Personal Branding, Kenali Diri Yuk! kita membahas mengenai hal-hal yang harus diperhatikan sebelum anda memutuskan untuk membangun personal branding yang tepat. Personal branding membutuhkan waktu serta proses tersendiri dalam proses penciptaannya. Walaupun tidak instan, terdapat beberapa faktor penunjang yang dapat membantu anda menciptakan personal branding yang efektif dan tepat. Salah satunya adalah platform atau media tempat anda menjalankan personal branding.

Berikut adalah 6 rekomendasi platform untuk membangun personal branding anda!

  1. Linkedin

Linkedin merupakan platform wajib bagi para professional pemula maupun senior mengingat platform ini berisikan informasi mengenai karier anda, bidang & skill yang dimiliki, serta koneksi yang anda dapat bangun melalui platform ini. Anda juga dapat menulis dan mengunggah berbagai konten yang berkaitan dengan dunia professional, keahlian, bahkan opini anda terkait isu di dunia professional. Tentu platform ini tepat bagi anda untuk membangun personal branding anda sebagai seorang professional. 

Photo by Greg Bulla on Unsplash

2. Facebook

Media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia, Facebook merupakan salah satu platform yang dapat anda manfaatkan untuk menjangkau sebanyak mungkin target audiens. Mengunggah konten secara konsisten dapat menjadi lebih efektif dengan adanya fitur Facebook Ads dimana spesifikasi target audiens dapat anda set-up dan jangkauan yang sangat luas. Walaupun begitu membangun interaksi dan koneksi dengan audiens secara lebih personal tetap harus diutamakan. Dengan begitu personal branding dan pesan yang ingin anda sampaikan akan lebih sampai kepada audiens.

Photo by Timothy Hales Bennett on Unsplash

3. Medium

Bagi anda yang memiliki preferensi untuk membagikan konten dalam bentuk tulisan, Medium adalah platform yang tepat. Situs blog yang diciptakan oleh kedua founder Twitter ini menghadirkan tampilan sederhana sehingga baik penulis maupun audiens lebih fokus kepada kualitas tulisan yang mendalam. Selain itu Medium memiliki banyak sekali artikel berkualitas yang dapat diakses audiens sehingga domain authority atau skor di mesin pencari sangat tinggi. Dengan begitu, tulisan anda memiliki potensi untuk muncul di mesin pencari lebih sering dan bahkan menjadi salah satu yang teratas.

Photo by NeONBRAND on Unsplash

4. Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan Instagram? Media sosial berbasis visual dan caption ini memiliki banyak fitur yang tak kalah menarik untuk anda gunakan dalam menghasilkan konten. Instagram mungkin terkesan tidak terlalu formal dan lebih kepada hiburan, namun itu kembali kepada konten yang anda hadirkan. Interaksi secara personal juga merupakan salah satu kunci sukses dalam menggunakan Instagram mengingat algoritma di platform ini mengacu kepada beberapa hal. Semakin banyak likes, comments, dan share yang anda dapatkan dari konten yang diunggah, konten akan ditampilkan paling atas dalam timeline bahkan berpotensi masuk ke explore

Photo by Georgia de Lotz on Unsplash

5. Youtube

Sekilas Youtube mungkin terkesan mirip dengan Instagram dimana pengguna dapat membagikan video di channel mereka. Tetapi jika anda mengunggah video di Youtube menggunakan strategi tersendiri seperti keyword yang tepat dan trending.  Video dapat muncul berkali-kali ketika seseorang memasukan keyword yang relevan dengan video anda di tombol pencarian. Di era digital seperti saat ini Youtube menjadi salah satu platform yang mulai menggantikan televisi sebagai media bagi seseorang menonton sesuatu. Bahkan berbagai channel berita juga memiliki channel Youtube sehingga audiens dapat menonton kembali siaran atau berita yang sudah disiarkan.

Photo by NordWood Themes on Unsplash

6. Twitter

Twitter memang membatasi penggunanya untuk mengunggah tweet maksimum 280 karakter. Namun bukan berarti anda akan sulit membangun personal branding melalui platform ini. Beberapa hal yang anda dapat lakukan diantaranya adalah mengikuti akun-akun yang sesuai dengan topik atau tema besar akun anda, mengikuti percakapan yang ada baik itu melalui quote tweet, reply, like, dan retweet. Tapi perlu diingat, konsisten bukan berarti spam ya. Hindari terlalu sering mengunggah tweet yang tidak relevan dengan personal branding anda. Karena selain memungkinkan anda terkena suspend, audiens pun bisa merasa terganggu bahkan akhirnya menekan tombol unfollow pada profil anda.

Photo by Daddy Mohlala on Unsplash

Bagaimana? Sudah menemukan platform yang sekiranya cocok dengan strategi personal branding anda? Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *