Quarter-Life Crisis Breakthrough with Ibu Ria Christiana dbrandcom

Duh, tahun ini umur gue udah 25, tapi kok gue belum bisa apa-apa? Gue kok nggak ada semangat hidup, ya? Umur gue udah mau 30 tapi kenapa belum punya pasangan hidup? Si Fulan sudah mulai nyicil beli rumah, kok gue belum bisa, ya? Harusnya gue lanjut sekolah S2 atau kerja aja, ya? Kok kerjaan gue gini-gini aja, terus gak ada kemajuan, sih?

Khonsa Abiyyah

Jika kamu sering mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada diri sendiri, kemungkinan kamu sedang mengalami “quarter-life crisis,” lo!



Quarter life crisis umumnya terjadi pada usia 18–30 tahun, di mana pada periode ini, seseorang biasanya sedang mengalami transisi besar dalam hidupnya. Transisi ini beragam, seperti perubahan dari remaja menjadi dewasa dengan berbagai tanggung jawab baru, lulus dari perguruan tinggi dan mencari pekerjaan, mengakhiri hubungan dengan kekasih, atau bahkan sekedar kehidupan kerja sehari-hari yang terasa membosankan. Transisi ini dapat menjadi sangat melelahkan dan tidak jarang membuatmu galau, gelisah, dan bahkan panik.

Jika kamu merasa mempunyai krisis tersebut, jangan khawatir! Tips untuk mengatasi quarter life crisis sudah pernah dibahas bersama dengan Ibu Ria Christiana (Brand Strategist dbrandcom), selaku pengisi acara di “dobetterclass” webinar pada tanggal 3 Maret 2021. Tunggu apa lagi? Yuk, intip isi webinar nya, and let’s win this quarter-life crisis battle!

Documented by dbrandcom

Relax

First thing first, relax! Ambil napas yang dalam, tahan, dan embuskan perlahan-lahan. Atur napas kamu pelan-pelan. Mengatur napas dapat membantu kamu untuk sedikit lebih rileks dan berfikir dengan lebih jernih.

You Are Not Alone

Semua orang mengalami crisis. Tidak hanya quarter-life, tapi ada juga midlife crisis, financial crisis, dan krisis-krisis lainnya. Kabar baiknya? Kamu tidak sendirian, lo! Semua orang juga dan akan menghadapi krisis di dalam hidupnya. 

Crisis = Opportunity

Mungkin sebuah crisis terdengar menyeramkan, tapi di balik sebuah crisis sebenarnya ada opportunity, lo! Dengan adanya crisis, kita dapat mengenali  diri kita lebih dalam dan mempersiapkan diri agar dapat menjalani hidup dengan lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih baik lagi.


Masih bingung? Ikuti 3 formula dari Ibu Ria, yuk!

E.D.A – Personal Branding Framework

Embrace Yourself

Seberapa kenalkah kamu dengan dirimu sendiri? Apa yang menjadi cita-cita terbesarmu? Bagaimana hubungan kamu dengan orang-orang di sekitarmu? Apa arti Tuhan untuk kamu? Sebutkan 10 nilai yang menurutmu penting dalam hidupmu! Dan terakhir, pilihlah satu nilai yang menurutmu sangat sesuai untuk mendeskripsikan dirimu!

Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu kamu untuk mengenal dirimu sendiri secara lebih dalam. Temukanlah kelebihanmu, kekuranganmu, serta kepribadianmu. Setelah itu, jangan lupa untuk berdamai dengan dirimu sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi kamu bisa menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri. 

Pada akhirnya, yang kamu punya adalah dirimu sendiri. Jadi, jangan lupa untuk tarik napas panjang dan peluk dirimu sendiri seraya berkata, “Saya menerima kamu, terima kasih telah menjadi kamu yang apa adanya.” A little hug for yourself goes a long way!

Design Your Own Brand 

Hidupmu adalah milikmu, dan kamu merupakan brand untuk dirimu sendiri (you are your own brand). Maka dari itu, ukirlah jalan hidupmu sesuai dengan kemampuan, kekuatan, dan nilai yang kamu pegang. Jangan melihat kesuksesan orang lain sebagai tolok ukur kamu dan jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain.

Tulislah brand book mu sendiri, dengan menuliskan brand story, visi misi hidup, kemampuan soft skills dan hard skills, serta brand mantramu. Ingat, ini tentang kamu. Maka, carilah makna hidup dan arti kesuksesan kamu sendiri!

Act upon it!

Mulailah berkomunikasi dan berperilaku sesuai dengan personal branding kamu. Kamu bisa mengatur semua tujuan yang kamu inginkan, tapi kalau kamu tidak mengusahakan yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut, siapa yang akan melakukannya?

Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Oleh karena itu, kesuksesan bukan hanya dari tindakan, tetapi juga kebiasaan. Mulailah dari hal yang kecil, dan mulailah sekarang! 


Jangan khawatir, a crisis won’t last forever! Apapun krisisnya, atur napasmu, rileks, dan jadilah dirimu sendiri sambil berubah menjadi versi dirimu yang lebih baik. 

Semoga artikel ini membantu, ya! Jangan lupa untuk pantau lini masa kami melalui Instagram di @dobetterclass supaya tidak ketinggalan webinar-webinar yang tidak kalah seru selanjutnya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published.